4 Fakta Singkat Tentang Neo-Ekspresionisme

Posted on 21 February 2020

Mari berkenalan dengan Neo-Ekspresionisme.

Neo-Ekspresionisme adalah salah satu aliran seni yang mencuat mulai tahun 1970an-1980an yang terinspirasi dari Ekspresionisme Jerman. Karakteristik movement ini biasanya berukuran besar, figuratif, digambar secara cepat, dan seringkali ditambah dengan barang-barang tambahan seperti pecahan piring, sejumput jerami, dan lain-lain yang diaplikasikan ke permukaan karya seninya.

Kami merangkum secara singkat empat poin penting yang perlu kamu ketahui tentang Neo-Ekspresionisme, yaitu:

1.

Georg Baselitz dengan salah satu lukisannya sebagai latar. Sumber foto: Widewalls

Aliran Neo-Ekspresionisme dimulai pada awal tahun 1960-an di Jerman oleh Georg Baselitz. Eksibisi yang ia adakan menjadi kontroversi pada saat itu karena beberapa lukisannya menggambarkan citra pria yang cukup eksplisit dan dianggap menawarkan pendekatan gaya terbaru dalam melukis yang bisa menutupi “kekurangan” dari gaya yang sedang populer di waktu tersebut, yaitu Minimalism, Conceptual Art, dan International Style.

2.

Salah satu karya Philip Guston berjudul “Evidence” yang dibuat pada tahun 1970. Sumber foto: Memento

Di akhir tahun 1960-an, popularitas Neo-Ekspresionisme semakin menanjak di Amerika Serikat. Philip Guston, pelukis yang sebelumnya lebih sering membuat karya dengan gaya Ekspresionisme Abstrak, menjadi pendahulu gerakan terbaru dalam seni lukis tersebut. Ia berpindah haluan karena merasa kecewa dengan Ekspresionisme Abstrak dan menganggap Neo-Ekspresionisme memungkinkannya untuk “bercerita”.

3.

“Hope” (1982) karya Julian Schnabel. Sumber foto: Artspace

Neo-ekspresionisme disebut-sebut sebagai salah satu yang membuat seni graffiti bisa dipamerkan di galeri seni. Padahal, umumnya seni graffiti ini biasa dilihat di tempat umum dengan goresan dan gaya yang khas.

4.

Jean-Michel Basquiat, sang “Poster Boy” dari aliran Neo-Ekspresionisme di Amerika Serikat. Sumber foto: Komono

Walaupun bukan seorang pioneer, Jean-Michel Basquiat merupakan seniman yang namanya sering kali melekat atau menjadi representasi dari Neo-Ekspresionisme baik di Amerika Serikat maupun di dunia. Karya-karya dihargai dengan sangat tinggi pada tahun 1980-an dan namanya melejit bak roket dan ia mencapai kesuksesannya di usia yang terbilang muda (di bawah umur 30 tahun).

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, Basquiat ini arguably menjadi seniman yang paling dikenal dalam aliran Neo-Ekspresionisme—baik secara karya-karyanya maupun kehidupan personalnya yang berakhir tragis di usia 27 tahun. Karya-karyanya menginspirasi Wellborn untuk merilis BASQ SERIES, seri yang terdiri dari lima produk, yaitu bucket hat, dad cap, dompet, ransel, dan sacoche bag. Koleksi yang tersedia dalam warna hitam dan salmon ini sudah bisa dimiliki di Wellborn Flagship Store dan secara online melalui situs resmi Wellborn dengan mengklik foto yang ada di bawah ini.

Leave a Reply

Wellborn News

×