[SPOILER FREE] Petunjuk Menonton “Black Mirror” Season 5

Posted on 20 June 2019

Awal Juni ini diawali tidak hanya dengan Idulfitri, tetapi juga dengan rilisnya season terbaru asal Inggris Black Mirror di Netflix. Apakah season kelima ini masih berhasil (lagi) membuat penontonnya merenung tentang kemajuan teknologi?

Wait, you have no idea what Black Mirror is? It is fine, we will not judge you. Go on, keep reading this article if you want to know more about one of the most iconic TV series this decade.

Black Mirror merupakan sebuah antologi TV series bertema fiksi ilmiah yang pertama kali ditayangkan di Channel 4—salah satu TV nasional di Inggris—pada Desember 2011. Series yang dibuat oleh Charlie Brooker ini berfokus pada kehidupan masyarakat modern dan hubungannya dengan teknologi yang semakin berkembang dan tak jarang malah membawa petaka tersendiri. Setiap episodenya berdiri sendiri dan “menawarkan” teknologi berbeda yang akan membuatmu termenung atau bahkan tersenyum miris.

Popularitas Black Mirror semakin menanjak ketika Netflix membeli series tersebut pada September 2015 dan memulai debut season 3-nya pada 21 Oktober 2016. Konsistensinya dalam menyuguhkan teknologi yang “kemungkinan” akan ada di masa depan dan plot twist di setiap episodenya membuat Black Mirror punya penggemarnya tersendiri.

Now, let us get back to Black Mirror Season 5. Tidak seperti season 3 dan 4 yang biasanya dirilis pada akhir tahun dan berjumlah enam episode, season terbarunya ini dirilis pada pertengahan tahun dan hanya berjumlah tiga episode—jumlah yang sama seperti saat series ini masih tayang di Channel 4. Kami akan mengurutkan episodenya dari yang paling “ringan” dulu.

Rachel, Jack, and Ashley Too

sumber: Jump Cut Online

Rachel, Jack, and Ashley Too ini bisa jadi salah satu episode teringan yang pernah disajikan di antara episode-episode Black Mirror sebelumnya. Menggandeng Miley Cyrus sebagai pemeran utama, episode ini bercerita tentang teenage pop star Ashley O yang sedang naik daun dan baru saja merilis merchandise berupa boneka AI (artificial intelligence) bernama Ashley Too yang mempunyai kepribadian yang sama dengan Ashley O. Di balik kesuksesan kariernya, Ashley O sebenarnya mengalami depresi dan ingin menyudahi kontraknya dengan manajemennya yang dipimpin oleh Catherine, tantenya sendiri. Catherine tidak terima dengan rencana Ashley tersebut dan berusaha membuat ia koma agar kontraknya terus berjalan.

Sementara itu, di pinggiran sebuah kota kecil, Rachel—remeja penggemar berat Ashley O—baru saja berulang tahun dan mendapatkan hadiah yang ia inginkan dari ayahnya: sebuah unit Ashley Too. Keakrabannya dengan Ashley Too membuat hubungannya dengan Jack, kakaknya yang identik dengan gaya punk rock, semakin memburuk.

Namun, suatu hari, Ashley Too tiba-tiba mengalami kerusakan saat tidak sengaja melihat berita tentang Ashley O yang koma di televisi. Jack mencoba memperbaiki kerusakan tersebut yang justru mengakibatkan Ashley Too milik Rachel ini memiliki kepribadian yang seratus persen sama dengan Ashley O yang asli. Ashley Too pun meminta bantuan Rachel dan Jack untuk menggagalkan rencana Catherine yang mengeksploitasi popularitas Ashley O.

Dikemas dengan cerita petualangan ala remaja, Rachel, Jack, and Ashley Too ini bisa kamu nikmati sambil ngemil santai dengan adik atau sepupu kamu yang masih bocah.

Striking Vipers

Sumber: Digital Spy

If you are a homophobic, you better skip this episode. Striking Vipers bercerita tentang Danny (Anthony Mackie) yang sudah mulai merasa hubungannya dengan Theo (Nichole Beharie), istrinya, hambar dan salah satu pelariannya adalah dengan bermain video game. Suatu hari, si playboy Karl (Yahya Abdul-Mateen II)—teman lama Danny dan Theo—memberikan video game terbaru Striking Vipers X lengkap dengan satu set perangkat VR (virtual reality) yang memungkinkan para pemainnya untuk “masuk” ke dalam video game dan merasakan sensasi di seluruh tubuh saat bertarung.

Malamnya, Karl mengundang Danny untuk bermain Striking Vipers X secara online dan bernostalgia akan masa-masa muda mereka memainkan game-nya secara manual menggunakan joystick. Namun, Karl yang menggunakan karakter wanita bernama Roxette ini entah mengapa mulai mencium Lance, karakter pria yang digunakan oleh Danny. Walaupun pada awalnya awkward, hal ini menjadi kegiatan rutin bagi mereka berdua setiap malam dan semakin memperburuk hubungan Danny dan Theo. Di sisi lain, Danny dan Karl pun mulai mempertanyakan orientasi seksualnya karena apa yang mereka rasakan di dalam video game mulai mempengaruhi kehidupan mereka di dunia nyata.

To be honest, porsi drama yang lebih banyak di episode Striking Vipers dan homoerotica yang disuguhkan punya vibe yang hampir mirip dengan San Junipero—salah satu episode Black Mirror terbaik di season 3. Terlepas dari hubungan sesama lelaki di episode ini, muncul sebuah pertanyaan: apakah virtual sex di dalam sebuah figthing game termasuk sebuah perselingkuhan?

Smithereens

Sumber: Thrillist

Berbeda dengan dua episode sebelumnya yang “menawarkan” teknologi canggih yang belum bisa didapatkan secara mudah dan massal di masa sekarang, Smithereens memasukkan dua teknologi yang sudah biasa kita gunakan sehari-hari dari ponsel kita: media sosial dan aplikasi taksi online. Cerita dimulai dari Chris (Andrew Scott), seorang pria berusia 30-an yang bekerja sebagai driver taksi online dan secara misterius selalu sengaja mencari calon penumpang dari kantor Smithereens—salah satu media sosial terpopuler. Saat akhirnya ia berhasil mendapatkan seorang penumpang yang bekerja di kantor tersebut, Chris membawanya ke sebuah tempat yang berbeda dari tujuan lokasinya dan mulai menyandera karyawan tersebut. Tuntutan Chris hanya satu: ia ingin berbicara langsung dengan CEO Smithereens.

Sumber: Inverse

Apa yang ingin Chris bicarakan dengan CEO Smithereens? Mengapa Chris begitu benci melihat orang-orang yang terlalu fokus dengan ponselnya? Pertanyaan demi pertanyaan terus bermunculan di sepanjang episode ini dan berhasil membangun nuansa tegang. Salah satu alasan mengapa Smithereens menjadi episode yang paling bikin “stres” di season 5 ini karena teknologi dan latar yang sangat familiar dan bisa saja terjadi di kehidupan kita. Does Smithereens a bit preachy? Yup, but you still can enjoy it until the last minute.

Sekarang, kamu sudah tahu petunjuk menonton Black Mirror Season 5. Kamu bisa menontonnya sesuai urutan di artikel ini, sesuai urutan rilisnya (Striking Vipers, Smitheereens, lalu Jack, Rachel, and Ashley Too), atau sesuka kamu.

Ready to contemplate the dark side of the technology that surrounds you now?

Wellborn News

×